www.Kioscasino.org

Minggu, 05 Mei 2019

Tante Melinda Janda Bermemek Tembem

Penuh Basah

Pengalaman ini kualami baru 2 bulan yang lalu di tahun 2019, dan ini merupakan pertama kalinya aku melakukan hubungan badan dengan seorang wanita. Tepatnya dengan seorang tante tante, panggil saja namanya tante Melinda, dia seorang janda yang ditinggal suaminya sekitar 4 tahun yang lalu, umur tante Melinda sekarang 31 tahun, mempunyai seorang anak yang masi kecil.

Dia sebenarnya sering sekali datang ke Jakarta, dan memang mempunyai sebuah rumah jakarta, serta mempunyai seorang anak angkat yang juga merupakan anak dari kakaknya. Namanya Fandri, dia juga sedang kuliah dan tinggal di kos yang sama denganku, tapi dia lebih muda dariku dua tahun. Kami lumayan akrab, sehingga kami sering keluar atau pergi jalan bersama. Perkenalanku dengan tante Melinda, adalah ketika kunjungannya ke Jakarta, karena sebenarnya dia berasal dari Kalimantan.

Pada waktu itu, aku diajak makan siang bersama oleh Fandri, dan katanya ada tante tante yang datang ke Jakarta bersama anaknya. Fandri berjanji untuk bertemu tante tante di sebuah mall yang cukup terkenal di Jakarta. Setelah menunggu selama hampir setengah jam, akhirnya kami bertemu dengan tantenya. Pertama kali melihat tantenya, pandanganku seperti tidak bisa ketempat lain lagi. Aku begitu terpesona melihat penampilannya, begitu rapi, cantik dan seksi.



Mukanya yang putih dan mulus, rambutnya yang panjang terurai, membuatnya terlihat begitu merangsang, serta tubuhnya yang langsing, pinggang yang ramping, dan ukuran tubuh yang tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 160cm. Dadanya yang montok, besar dan kencang, mungkin sekitar 34D, ditambah lagi dengan memakai kemeja putih ketat dengan kancing bagian atas yg dibuka, sampai buah dadanya yang besar itu terlihat begitu indah dan montok, tampak menyembul, seperti mau keluar dari pakaiannya. Pantatnya yg bulat dan kecil itu, terlihat begitu padat. Adik kecilku bahkan sempat menegang , karena melihat keseksian, keindahan, kemontokan tubuhnya, bahkan cara jalannya yang terlihat seperti di catwalk.

Dalam diriku tidak berhenti memuja tubuh yang sangat seksi itu, dan betapa nafsu laki-laki aku muncul, karena itu kali pertamanya aku melihat pemandangan yang begitu merangsang. Jujur saja, aku sangat pengen meremas-remas dada dan bokongnya itu, tangan ku sudah gatal rasanya. Tapi aku masi bisa menahannya. Setelah itu kami saling berkenalan, tangannya yang kecil itu begitu lembut. Dan dilanjutkan dengan makan siang bersama, kami berbincang-bincang dan menjadi dekat, karena tante Melinda orangnya gaul, jadi semua pembicaraan kami terasa nyambung. Selesai makan, kami diantar pulang ke kos oleh tante Melinda.

Sayang sekali aku tidak menanyakan no hpnya. Setalah hari itu, kami makin sering bertemu, karena tante Melinda sering mengajak kami pergi makan dan jalan-jalan. Dan aku menjadi semakin menginginkan untuk menikmati tubuhnya itu. Tante Melinda sering telpon-telponan denganku, kadang hanya untuk ngobrol saja, tapi tante Melinda lebih sering menelponi aku daripada anak angkatnya. Bahkan sempat dia memintaku untuk menjadi anak angkatnya, tapi aku hanya menganggapnya basa-basi saja.

Tak terasa sudah berapa kali kami bertemu, dan akhirnya aku menjadi benar-benar akrab dengan tante Melinda.. dan tante Melinda mengajaku untuk menginap ditempatnya. Semula aku menolak, tapi tante Melinda tetap memaksa seperti anak yang manja, akhirnya aku terima ajakannya. Aku hanya pura-pura menolak, tapi sebenarnya aku mau menginap ditempatnya. Malam itu, aku dan tante Melinda duduk-duduk di lantai teras rumahnya di lantai paling atas. Angin malam yang menyejukkan, dan suasana yang tenang, membuat kami merasa lebi santai. Ketika itu anak-anaknya sudah tidur.

Karena aku dan tante Melinda sudah akrab, maka aku memberanikan diri bertanya-tanya sesuatu yang “nakal”. “tante ngga ngerasa kesepian, kalau malem-malem ga ada yang temenin tidur.. hehe..”, candaku pada tante Melinda.. sebelumnya tante Melinda tampak terdiam tidak mau menjawab, hanya tertawa kecil, tapi akhirnya, “Nakal juga kamu ya..” “emang sih kesepian.. tapi mau gimana.. ga ada yang menghibur.. “, lanjutnya dengan sedikit mengeluh. “hahaha.. kalau tante tante bole.. aku mau menghibur tante tante ..”, candaku lagi. “haha.. emangnya kamu bisa apa.. belum ada pengalaman, trus ntar malah tante yang kecewa..”, tanyanya, sambil memancingku.

“iya.. tapi setidaknya aku pernah liat dan tau cara-cara ama posisi-posisi nya..”, candaku dengan sedikit menantang. “yuk masuk aja.. tambah dingin aja nih di sini..”, ajaknya dan mengubah topik. Dan kami pun masuk kedalam. Tante Melinda memintaku mengunci pintu, setelah selesai menguncinya, ternyata tante Melinda masih berdiri di sana. Kami saling bertatapan, cukup lama, tapi tidak berbicara satu katapun. Pikiran ku mulai kacau, dan berpikir yang tidak-tidak. Benar saja, tiba-tiba tante Melinda memegang kedua tanganku, dan dengan senyuman nakal menarikku ke sebuah kamar, kamar yang disediakannya buatku selama aku menginap di tempatnya. Aku didorong ke ranjang, dan terduduk diatas ranjang yang lebar itu.

Penuh Basah


Tante Melinda langsung saja mendatangiku, meloncat dan duduk diatas pahaku, kedua tangannya memegang erat rambut belakangku. Dan dengan tiba-tiba tatapan matanya berubah menjadi tatapan nafsu yang sangat besar. “Tunjukin ke tante tante kalau kamu emang tau cara-caranya..”, setelah itu langsung saja dia mencium bibirku dengan buasnya, tangannya yang memegang kepalaku bergerak-gerak memegangi dan menjambaki dengan kuat seluruh rambutku. Tubuh kami bergerak maju mundur mengikuti gerakan kepala kami. Lidahnya bergerak-gerak dengan cepat di dalam mulutku, aku membalasnya dengan menggerak-gerakan lidahku juga.

Ternyata saat itu aku baru sadar bahwa nafsu seks tante Melinda ternyata besar sekali, dapat kulihat dari caranya, bagaimana tante Melinda ingin melumat lidahku. Ketika lidahku masuk dan meraba-raba rongga mulutnya, giginya mengigit-gigit dan mengisap-isap lidahku seperti mau menelannya bulat-bulat, kami seperti sedang bermain pedang-pedangan dengan lidah didalam mulut kami. Aku sudah tidak berpikir apa-apa lagi, kecuali malam ini aku harus menikmati tubuh tante Melinda sampai puas, akan kulampiaskan semua nafsuku yang tertahan selama ini pada tante Melinda. “emmm.. emmmm.. ssshhh..aaahh.. ssshh.. aaahh..”, suaranya mendesah. Ketika sekali-sekali tante Melinda mengigit bibir bawahku, aku gigit pula bibir atasnya.

Begitu juga ketika tante Melinda mengigit bibir atasku, maka aku menggigi bibir bawahnya. Kupegang kedua pahanya, kuleus-elus bagian dalam serta luarnya, sampai akhirnya aku menaikan kedua tanganku dan mencengkram sekuat-kuatnya kedua pantatnya yang bulat itu. “ahhh….”, teriakannya kecil. Tangan kananku memeluk erat-erat pada pinggangnya yang ramping itu, sampai buah dadanya itu terjepit diantara tubuh kami. Karena aku ingin merasakan kedua buah dadanya menempel didadaku, Begitu besar, begitu empuk, dan betapa dapat kurasakan kedua putingnya mengeras di dadaku.

Tangan kiriku tetap memegang kedua pantatnya itu, kumasukkan tanganku kedalam celana karetnya, berulang kali aku meremas-remas pantatnya itu dengan kuat-kuat, lalu kuelus-elus dan kuraba-raba, “aaahh..”, suara itu yang sangat ingin aku dengar dari mulutnya. Akhirnya kumasukkan jari-jariku kedalam belahan kedua pantatnya. Dengan jari-jariku dapat kurasakan hangat disekitar lubang pantatnya itu. Aku bermain-main dengan jari-jariku dan aku gelitik-gelitik luang duburnya itu, dan terasa tubuhnya berkejut-kejut kegelian, tangan kanannya memegang kuat-kuat pergelangan tangan kiriku untuk menahan rasa geli jari-jariku di duburnya. Jariku dapat merasaka bagaimana duburnya mengejang kegelian.

Setelah cukup lama kami berciuman, tante Melinda melepaskan bibirku, lalu dia berdiri dan membuka baju, celana dan CDnya. Dan kulihat pemandangan yang begitu menakjubkan ketika tante Melinda mengangkat kedua tangannya, dadanya yang besar itu ikut terangkat, lalu turun dan begoyang-goyang, ahh… betapa beruntungnya aku dapat melihatnya dengan begitu dekat. Aku tidak malu-malu lagi, maka kulepas juga semua pakaianku, sampai kami benar-benar telanjang bulat. Aku tak sempat melihat semua bagian tubuhnya, tapi yang pasti bulu-bulu di sekitar mem*k tante Melinda itu telah dicukur habis, membuat mem*knya terlihat lebih bersih dan lebih segar.

Adikku sudah mencapai 80%. “dicukur tante..?”, tanyaku, tante Melinda hanya membalas dengan senyuman dan tidak berkata apa-apa. Setelah itu kami lanjutkan lagi ciuman kami, semakin lama mulut kami semakin penuh dengan ludah kami yang telah bercampur, begitu kental, begitu nikmat, dan begitu banyak sampai menetes keluar dari sela-sela mulut kami, dan sampai aku merasa seperti sedang meminum segelas air ludah kenikmatan bersama-sama tante Melinda. Tiba-tiba tante Melinda menyedot semua ludah-ludah itu kemulutnya dan melepas mulutku. Dengan tatapan mata dan senyuman yang nakal, tante Melinda mengeluarkan air ludah itu, membiarkannya mengalir seperti air terjun, dari mulutnya ke dagunya, lehernya, membasahi dadaku dan dadanya, dan akhirnya turun sampai ke pangkal paha kami, membuat gesekan tubuh kami terasa menjadi lebih licin.



Melihat itu, mulai kuarahkan kepalaku untuk menjilati air ludah, tapi tidak kutelan, mulai dari sudut-sudut bibirnya, lalu dagunya, lehernya, betapa air ludah itu terasa lebih nikmat, karena telah bercampur dengan keringat tante Melinda. Kubungkukkan badanku sedikit, sehingga mendorong tubuh tante Melinda sedikit kebelakang, dan akhirnya mukaku sampai tepat didepan dadanya, “besar banget tante..”, kataku spontan, aku tidak melihat matanya, tapi aku tahu kalau dia tertawa gembira. Kubaringkan badanya ke ranjang, tante Melinda dibawah dan aku diatas menindihnya.

Lalu kuciumi, kusedot-sedot dan kugigit-gigit kecil puting susunya, tanganku meremas dadanya yang lain, jariku secara refleks mulai memutar-mutar dan mencubit-cubit kecil puting susunya. “aaahh..”, desahnya.. Kubuka mulutku selebar-lebarnya dan dengan sedikit memaksa aku mencoba “memakan” dadanya sebanyak mungkin. Aku ingin “menelan” semua dadanya. Kuremas, Kugigit, kujilat dan kusedot, semua itu kulakukan berulang-ulang kali sampai aku puas. “ssshhh..aahhh..aah..aah..”, desahannya semakin membuat nafsuku menggebu-gebu. Setelah puas dengan dadanya, aku mulai turun menciumi perutnya, menjilat-jilat pusarnya, kedua tanganku tetap memegangi dadanya, tangan tante Melinda tetap memegang kepalaku, mengikuti kemana kepalaku bergerak.

Akhirnya aku sampai di depan mem*knya, yang ternyata sudah basah, aku mencium bau harum dan lembut dari mem*k dan disekitar pangkal pahanya. Aku sudah tidak tahan lagi, langsung saja kujilat dan kugigit-gigit kecil klit nya, aku memainkan lidahku dengan cepat di duburnya, naik-turun dari pantat ke klitnya, berulang-ulang sampai daerah itu basah oleh ludahku. “aaaaaaaaahhhh………..”, suara desahannya yang rendah, dan semakin kuat tante Melinda menjambak rambutku. Kujilati mem*k nya seperti sedang menjilat es krim, es krim yang tidak akan pernah habis.

Setelah itu aku belutut di ranjang dan mengangkat pantatnya tinggi-tinggi, sehingga kedua lututnya berada di dekat dengan kepalanya, selama dalam posisi kepala dan kaki dibawah tapi pantatnya terangkat seperti itu, kedua tangannya hanya bisa memegang pantatnya, menarik kekanan dan kekiri, sehingga lubang vagina dan lubang pantatnya dapat kulihat dengan jelas. Tangan kiriku memegang perutnya, dengan badan kutahan punggungnya supaya posisinya tidak berubah. Dan dengan jari tengah serta telunjuk tangan kanan, kumasukkan kedalam vaginanya, kedua jariku bermain-main, berputar kiri-kanan, dan keluar masuk di lobang vaginanya. “aaaahh… aaaahh..aaaahhh.. eennaaaakkk…”, kata tante Melinda sambil memejamkan mata, membuatku semakin bersemangat memainkan vaginanya.

“jangan berhentii…. trussss…. aaaahh…” Setelah cukup lama aku bermain-main dengan mem*knya, akhirnya tubuh tante Melinda seperti kejang-kejang, dan bergerak-gerak dengan cepat serta kuat, sampai aku sedikit kewalahan menahan posisinya. “aaaah.. aaaa..aaaaaaaaaaaaahh..”, kata tante Melinda, sembari tubuhnya mengejang-ngejang, lalu keluar cairan putih kental yang cukup banyak dari dalam vaginanya, membasahi tanganku dan daguku, dan menyebar ke dadaku dan perutnya, aku tidak tahu cairan apa itu, baunya pun tidak begitu sedap. “haah.. hah.. hah..hah..”, suaranya kecapekan, disertai keringat yang bercucuran dan tubuhnya mulai melemas. Tangannya pun jatuh terkulai keranjang, tante Melinda terlihat seperti orang yang sudah KO.

“Jilatin franss… jilatin yaa.. sampe bersih…”, kata tante Melinda dengan manja.. Semula aku tidak mau, tapi setelah mendengar permintaan manja tante Melinda, akhirnya kulakukan juga. Padahal penisku saja belum kumasukan kedalam vaginanya, tapi tante Melinda sudah kecapekan. Tapi aku juga sebenernya sudah kecapekan berada di posisi seperti itu, tanganku sudah pegal-pegal, tapi nafsu dan semangatku masih besar, karena aku belom puas, jadi tidak boleh putus di tengah jalan. “hahh.. franss.. jari kamu bener-bener nakal..”, katanya terengah-engah. “sini frans..”, panggilnya sambil menarik kepalaku mendekat ke mukanya.

Penuh Basah


Dengan begitu aku menindih badannya, dadanya yang besar itu mengganjal tubuhku, dan kubiarkan juga penisku terjepit diantara tubuh kami. Aku dapat merasakan detak jantungnnya, desahan nafasnya yang telah kecapekan. Kedua tangannya melingkar memeluk leherku, kakinya juga melingkat dan melipat di punggungku. Tanganku memegang pinggangnya, meraba-raba dari atas ke bawah, dan satunya lagi mengelu-elus rambutnya yang panjang dan terurai itu.

Tubuhnya benar-benar dibasahi oleh keringat. Aku sengaja menggerakkan tubuhku maju-mundur, sengaja membuat penisku yang masih tegang itu mengosok-gosok mem*knya, sengaja kuraba-raba pinggiran dadanya yang ikut berbergerak maju mundur, kulakukan supaya dapat membuatnya bernafsu lagi. “frans, tante suka banget cara lu ngobokin vagina tante tante..”, kata tante Melinda memjuaku. “jadi gimana.. tante tante puas ga..”, tanyaku. “puas banget.. baru begitu aja tante uda kecapekan..”, katanya sambil memegang pipiku dan menatap mataku dalam-dalam. “tapi tenang aja.. tante masi kuat kok..”, lanjutnya menggoda.

Tanpa banyak bicara lagi, langsung saja aku mencium bibirnya.. Petandan mulainya ronde kedua. “hhmmppp… hmmppp.. hemmmpp…”, desahannya menjukkan bahwa tante Melinda masih bernafsu. Perlahan-lahan aku mulai merasakan putingnya mengeras kembali didadaku, tangan dan kakinya memeluk tubuhku dengan lebih erat. Tampaknya memang benar, nasfu dan stamina tante Melinda sudah kembali. Cukup berapa menit saja, dan air ludah mulai memenuhi mulut kami. Tante Melinda mendorong tubuhku kesamping, dan kamipun berganti posisi, aku dibawah dan tante Melinda diatas. Disedotnya kembali semua air ludah itu, perlahan-lahan tante Melinda menegakkan badannya.

Tante Melinda pun melakukan hal tadi, mengeluarkan air ludah itu sedikit demi sedikit ke dadaku, perutku, lalu akhirnya membanjiri tubuhnya sendiri, air ludah itu terus turun dengan cepat sampai membasahi penisku yang berada terjepit diantara bagian dalam pangkal pahanya dan tubuhku. Dengan senyuman dan tatapan mata nakal, tante Melinda memundurkan tubuhnya, lalu membungkuk, sambil memegang penisku, tante Melinda menumpahkan sisa air ludah itu ke penisku. “wow.. lumayan juga punya kamu yaa…”, katanya dengan bernafsu, sambil memegang erat penisku. “tadi sudah giliran kamu.. sekarang giliran tante tante buat kamu kecapekan..”, setelah itu, tante Melinda mulai mengecup kepala penisku.

Tangan yang satunya memegang, memainkan dan menekan-nekan, bahkan kadang digenggamnya dengan kuat buah pelirku. “Aaah…”, kataku karena rasa nyeri di buah pelirku. Dengan posisi kakiku yang terbuka lebar, tanpa banyak bicara lagi, tante Melinda dengan tatapan nakalnya mulai menjilati dari pangkal batang sampai keujung penisku. Tanganku memegangi rambutnya, karena aku ingin melihat pemandangan yang tak ingin aku lewati, bagaimana tante Melinda menjilati penisku dengan nafsunya. Digititnya kecil ujung penisku, rasanya geli sekali.

Dikulum-kulumnya penisku, dijilatnya seperti sedang menjilat batang eskrim kenikmatan yang tidak akan pernah habis. Sekarang giliran buah pelirku ikut di”makan”nya, dimasukkan kedalam mulutnya bersama dengan bulu-buluku. Lidahnya bermain dengan cepat didalam mulutnya, sesekali pelirku seperti sedang dikunyah oleh tante Melinda. “aaahh..”, teriakku kecil, menahan sakit. Penisku sudah basah sekali oleh air ludah tante Melinda, nafsunya seperti sudah tidak tertahan lagi. Penisku teraa panas gara-gara bergesekan dengan mulut dan tangannya.

Kepalanya naik turun dengan cepat diikuti dengan tangannya. Sesekali kepala penisku ditarik dengan kuat oleh giginya. Geli sekali. Cukup lama tante Melinda bermain-main dengan penisku, kira-kira hampir setengah jam, akhirnya aku sudah tidak tahan lagi. “aaaaa.. tanteeeee…”, teriakku panjang. Mendengar seperti itu, tante Melinda makin mempercepat gerakan mulut dan tangannya. Otot kakiku sudah mengejang menahannya, akhirnya.. crrttt.. crrttt.. keluar juga spermaku. Tante Melinda tidak mengeluarkan penisku dari mulutnya, dengan nafsu tante Melinda menjilati semua spermaku, tidak dibiarkannya setetespun mengalir keluar.

Penuh Basah


Semuanya ditelan tanpa sisa, bahkan penisku masi disedot-sedotnya. Begitu bernafsunya sampai tante Melinda terlihat seperti wanita yang benar-benar kehausan akan spermaku. “aaahh.. punya kamu hangat sekali rasanya.. nikmat banget..”, kata tante Melinda. “ha ha.. sekarang kita satu sama..”, lanjutnya dengan gembira, sambil menindih badanku. Kami berpelukan diranjang, saling meraba-raba tubuh. Kuelus pahanya yang mulus, sedangkan tante Melinda mengelus-elus perut dan dadaku. Kami saling bertatapan dan saling memuji.

“enak sekali tante.. tante tante jago banget..”, kataku, menikmati bagaimana enaknya pengalaman dioral oleh seorang wanita cantik. “kamu juga hebat.. tante tante suka de sama kamu.. bisa tahan selama itu…”, balasnya nakal. Aku begitu lelah, rasanya sudah tidak ada tenaga lagi. Aku melihat tante Melinda, tampaknya ia juga dalam keadaan yang sama denganku. Tak banyak bicara, tante Melinda mengecup dahiku. “kita bobo dulu aja ya sekarang.. tante pengen lanjut tapi lemes banget rasanya..”, katanya. “iya tante.. aku juga capek banget.. tante emang top..”, balasku. Tampak tante Melinda tersipu malu dan tertawa kecil. Sebenernya nafsuku masih besar, tapi keadaan tubuhku tidak memungkinkan. Aku juga tidak mau memaksa tante Melinda yang sudah sangat kecapekan.

Begitu lemas, akhirnya kami tidur berpelukan, saling menghangatkan. Kupeluk erat-erat tubuh tante tante Melinda seperti sedang memeluk bantal, aku masih ingin merasakan dadanya yang besar itu. Dengan pahanya tante tante Melinda mengelus-elus pahaku. Aku merasa senang sekali meskipun aku tidak puas malam itu. Mulai dari keesokan harinya, aku merasa tante tante Melinda menjadi semakin sayang padaku. Ia memenuhi semua kebutuhan dan keperluanku. Dalam 2 bulan terakhir ini, kami telah melakukan hubungan sex lagi sekitar 10 kali dan kami lakukan setiap ada kesempatan.

Pernah kami lakukan ketika didalam mobil, dikamar mandi, dikamar anaknya bahkan sempat diatas ranjangnya, ranjang tempat dimana tante tante Melinda dan almarhum suaminya tidur.


Bola57 | Agen Live Casino | Agen Bola Piala Dunia | Judi Bola | Slot Game | Bandar Sabung Ayam

HOT PROMOTION DARI BOLA57 !!
•NEW MEMBER DEPOSIT 10%
•Bonus Rollingan 1,2% Live Casino (SBOBET)
•Bonus Rollingan 1% Live Casino (WM Casino)
•Bonus Cashback Up To 10% Sportsbook
•Dan Masih Banyak Promo Bonus Lainnya Yang Bisa Anda Dapatkan Per Minggunya.
•Informasi Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS
•Minimal Deposit & Withdraw Rp 50.000,-

Contact Bola57 :
LINE : bola57
WECHAT : bola57

WHATSAPP : +85577514899



Link Daftar Klik Di Bawah ini
Share:

Sabtu, 04 Mei 2019

Rejeki Nomplok Ngentot Bareng Tante dan Anaknya

Penuh Basah

Rejeki Nomplok Ngentot Bareng Tante dan Anaknya

Perkenalkan dulu namaku Krishna. Aku sekolah di sebuah SMU di kotaku Klaten. Aku punya cewek yang bernama Ayu dan dia bersekolah di sebuah sekolah dasar dikotaku juga. Cerita ini adalah pengalamanku yang nyata dan sangat berkesan dihatiku.

Awal ceritanya begini, Saat itu aku sudah siap dengan dandanan rapi untuk pergi kerumah Yusha. Dirumah Yusha aku disambut oleh adik adik Yusha yang kecil kecil.Saat itu Yusha keluar sehabis ngasih makan ayam kesayangannya. aku langsung diperkenalkan dengan cewek imut dan cantik bernama Ayu.

Aku,Yusha dan adik Yusha yang lain lalu bermain di serambi samping rumah Yusha.Saat itu aku memang tidak ada perasaan apapun terhadap Ayu tapi lama kelamaan…….. Tetapi besoknya lagi aku tak bosan bosan kerumah Yusha.Aku langsung nyariin Ayu.Sejak saat itu terbit harapan dihatiku untuk mendapatkan hati Ayu.



Suatu saat aku lagi sakit,badanku lemas,kepala sakit.Semua itu dikarenakan sehabis Fashion Show di Semarang tapi ini justru menjadi awal dari segalanya.Kesibukanku sebagai model memang menuntut tenaga yang lumayan besar.Fashon Show dengan mobil bersama teman temanku satu agency hingga harus berjongkok ria didalam mobil sedan merelakan tempatku dipakai temenku yang cewek.Saat pulang aku banyak kehilangan tenaga hingga malamnya aku langsung tertidur pulas banget.

Paginya aku menelfon Yusha dan bilang kalau aku nggak masuk sekolah dan titip izin kepada wali kelasnya tak lupa pula aku kirim salam kepada Ayu yang membuat hatiku berbunga bunga indah. Saat suatu senja dimalam Minggu dirumah Yusha,Ayu menungguku. Waktu aku menemui Ayu diserambi samping rumah Yusha,Ayu menangis dan berkata kenapa aku tak menemuinya dan rindu berat sama aku.

Saat aku dan Ayu memasuki rumah Yusha Kami disambut oleh mama Yusha yang bernama tante Lina yang super sexy Saat itu mama Yusha memakai tengtop terusan rok ketat sebatas paha atas berwarna pink transparan membuat lekuk lekuk tubuh wanita dewasa kelihatan jelas walau agak transparan.

Dalam posisi duduk yang miring sambil menyilangkan sepasang pahanya sehingga tak mustahil akan memperlihatkan pemandangan indah itu dan memaksa mata nakalku singgah berkali kali di paha mulusnya Saat itu posisi duduk tante Lina berubah dari menyilang hingga kini setengah bersila dengan kaki kiri kebawah terus kaki kanan menyilang lurus kesamping malah menambah posisi roknya semakin naik sehingga paha bagian dalam terlihat samar samar.

Ternyata tante Lina memakai celana dalam yang minim banget.Celana dalam model G-string berwarna putih transparan berukuran kecil dengan tali pengikat disamping pinggangnya menampakkan kemulusan bagian dalam pangkal paha serta bulu halus hitam lebat membuat mata nakalku tambah jelalatan.

Tante Lina memintaku untuk membantunya memperbaiki lampu kamarnya yang terputus. Saat didalam kamar suasana begitu gelap karena tak ada penerangan.Tanganku meraba raba mencari kursi untuk memanjat karena letak bohlamnya diatas.Tak sengaja tanganku menyentuh benda lunak yang begitu indah.

Ternyata yang kuraba tadi gundukan dada tante Lina yang tak tertutup apapun selain kain tipis tengtop itu.Tante Lina melarangku untuk beralih malah meletakkan tanganku disusunya Saat itu tanganku tak beralih malah tambah berani dengan meremas remas lembut bukit itu. Remasanku bertambah berani saat aku mendengar desahan desahan halus tante Lina .

“Ahhh…Kriiishhh Terrusss..Enaaak sekaliii….”desahnya mengundang birahi Tangan tante Lina tidak tinggal diam.Tangannya meraba raba punggung terus turun hingga sampai kepangkal pahaku.Disana dia menemukan sebentuk keperkasaan milikku yang sudah tegang dari tadi. “Agh….tante…mhhh”aku tak dapat berkata apa apa sehingga tak sadar aku menurunkan tali pengikat tengtop dibahu tante Lina dan terus meremas bukit indah yang kelihatan masih kencang itu. Saat itu tante Lina sudah tidak peduli lagi siapa aku dan siapa dirinya.

Dia langsung turun melepas remasanku mencari kait celanaku dan kebetulan aku memakai celana model training sehingga memudahkan tante Lina melorotkan celanaku.Terlihatlah celana dalamku yang berwarna biru tua.Celana itu sangatlah kecil hingga tak mampu menutupi semua kontolku sehingga nampak mengintip batang milikku yang tegang itu.

Penuh Basah

Tangan tante Lina langsung merampas lepas celana kecil itu kebawah hingga terlihatlah kerasnya kejantananku yang tegang sepenuhnya mengacung keras menampar pipi tante Lina . “Oh…Krish besar dan indah tante ingin sekali memilikinya”kata tante penuh nafsu sambil tangannya memegang penisku “Ahhh….tante milikilah dan lakukan sesuka tante sekarang”kataku Tangan tante Lina langsung memegang dan bahkan memasukannya kedalam mulutnya batangku.

Tante Lina langsung mengulum dan meremas sambil sesekali menggerakkan naik turun perlahan lahan batangku membuat aku tak henti hentinya mendesah sambil sesekali tanganku meremas remas payudara tante Lina . “Aghhh…tante teerrruuussss..mhhhh”kata ku menahan agar tidak sampai suaraku terdengar sampai depan.Hisapan,remasan,dan kocokan tante Lina bertambah ganas seiring remasan didadanya bertambah keras. Sampai suatu ketika aku menjerit menahan desah karena aku sudah mencapai klimaks dari permainan tante Lina .

“Aghh…tante sudah,Krish keluaarhh nihhh…”jeritku tertahan “Crot…crot..crot…”3 kali aku menembakkan pejuku didalam mulut tante Lina dan tante Lina menelannya sampai bersih. Lalu tante Lina menghentikan kegiatannya pada batang milikku dan menelan habis air mani milikku dan menjilat ujung kepala penisku.

Saat tante Lina ingin melanjutkan permainannya,aku segera tersadar kalau kami meninggalkan anak anak terlalu lama. “Udah tante,Krishna janji akan menyenangkan tante asal tante tetap memakai pakaian yang sexy seperti ini kalau ada saya”janjiku “Ya udah deh,tapi kamu harus janji lho”sahut tante Lina “Tante mana nih bohlamnya”aku meminta bohlam yang akan dibetulin “Oh ini”kata tante Lina sambil memberikan bohlam itu.

Saat itu tengtop tante Lina tidak dibetulkan posisinya sehingga masih nampak bukit indahnya. Saat selesai memperbaiki lampu kamar tante Lina ,aku langsung memakai kembali celana dan celana dalamku setelah kami berciuman tanda terima kasih tante Lina karena aku telah memuaskannya.

Waktu itu aku yang berjiwa muda melumat habis mulut mungil tante Lina sehingga tante Lina kembali terangsang. “Udah Krish,katanya udah ntar tante terangsang lagi lho”katanya sambil melepas ciumanku “Maaf tante terlalu nafsu,kapan kapan lanjutin lagi”kataku sambil menenangkan diri “Ok deh Krish”jawab tante Lina Lalu kami keluar.

Saat kami sampai di ruang tamu Yusha dan adik adiknya sudah didepan main bersama sama.Aku langsung mengajak Ayu keserambi samping rumah. Saat diserambi milikku diremas Ayu sehingga tak sadar tanganku memasukan tangan Ayu kedalam celanaku. “Yuuu…kocok milik kakak yuu..yanghh kerasshh yah..mhhh”kataku sudah terangsang berat.Saat itu Ayu berkata “Kak celananya mengganggu” Langsung aku menurunkan celana beserta celana dalamnya sekalian. “Ayo Yu kocok cepat”kataku tak sabar.Buru buru Ayu mengocok batangku yang gede berukuran panjang 17 cm dan berdiameter 5 cm itu.



Suasana serambi rumah Yusha memang mendukung untuk melakukan semua itu maka kami tidak takut akan ketahuan oleh tetangga yang lain. Aku yang sudah terangsang berat langsung meraba raba dada Ayu yang sudah mulai tumbuh payudara walau yang masih terbungkus kaos tipis Ayu. “Achh…kak,geli kaaakkhh”Ayu merasakan kenikmatan yang belum dia dapatkan sebelumnya.Tanganku langsung melepas kaos Ayu sekalian kaos singletnya hingga nampak olehku susu indah dengan puting kecil berwarna merah jambu yang baru muncul terus meremas remasnya.

“Ayu susumu indah benget”kataku senang “Kakak netek yah”sambungku tanpa menunggu persetujuan Ayu langsung menetek susu miliknya “Ahh..kakak enakhh banget kak,Ayu sayang kakak”kata Ayu menyeracau Tanganku yang bebas langsung menuju ke-rok Ayu yang sebatas atas paha itu terus meraba raba paha Ayu.

Penuh Basah

Tanganku terus meraba kian kedalam hingga tersentuh olehku celana dalam Ayu yang sudah basah cairan kenikmatan Ayu.Tak sabar tanganku pun menurunkan celana dalam Ayu hingga sampai mata kaki Ayu “Ayu lepas dong sayang”kataku.Saat itu Ayu memang menolak tetapi aku membujuk sambil mengulum puting Ayu hingga Ayu akhirnya mau juga dilepas celana dalamnya.

Setelah terlepas tanganku meraba raba bibir memek Ayu yang basah sambil sesekali menusuk nusuk liang milik Ayu “Yu kamu cantik”kataku “Mhh…terusshhh kakhhh…”desah Ayu “Iya Yuuu…kocok terus kontol kakak sampai keluar air susunya sayang”kataku Keadaan terus berlanjut hinggak akhirnya aku berteriak waktu aku mencapai klimaksku.5 kali tembakan pejuku mengenai rok Ayu.Ayu rebah dipangkuanku tapi aku masih meraba raba memek Ayu.

“Ayu enak benget yang tadi,kakak puas Yu?”kataku “Enak yah kak,Ayu juga enak kok,sekarang main yang beneran yah kak”Ayu memintaku “Iya deh”sahutku “Sekarang Ayu kulum dulu milik kakak,terus Ayu hadap kakak,nanti Ayu kakak gendong kalau kakak udah siap”aku mengajari “Gimana kak?”tanya Ayu “Ini masukin kemulut Ayu terus dikulum seperti ngulum permen itu lho”aku menyodorkan batang pelirku “Ini….mhhhh”Ayu mulai ngemut batang pelirku “Akhh…mhhh Ayuuuu enhhakhhhh….”desahku keenakkan “terushhh….”kataku “Udah Yu sekarang Ayu naik kepaha kakak yah nanti kalau sakit tahan dikit yah”kataku sambil memangku Ayu Ayu terus naik kepangkuanku sementara aku menempatkan batang penisku tepat pada lubang memek Ayu.

“Tahan yah sayang”kataku sambil melumat bibir Ayu agar tidak menjerit Lalu…blesh kepala penisku memasuki memek Ayu.Saat itu Ayu langsung menjerit kecil “Akhh kak perih”jerit Ayu “Tahan dikit yah sayang”kataku sambil menekan penisku lebih dalam “Mhh kak”Ayu merintih sambil memegang tanganku.Saat penisku sudah ¾ masuk,aku menggoyangkan pinggulku pelan pelan hingga Ayu naik turun dan lama lama rintihan Ayu berubah menjadi desahan “Kak enak terrushhh”katanya Tanpa disadari Ayu aku menekan kuat kuat pinggul Ayu kebawah sehingga kemaluanku masuk semua menerobos selaput dara milik Ayu “Ssakithhh…Kakhhh”Ayu berteriak lalu menggigit bibir “Sabar sayang nanti juga hilang sakitnya berganti nikmathhh”kataku bercampur desah.

Saat Ayu tenang kembali aku mengayun pantatku dari pelan naik turun hingga Ayu seperti naik kuda semakin lama semakin keras. “Kak enak terrrushh kak”desah Ayu “Mhh…nikmattt Yuuu,memek Ayu enakhh”kataku Aku menyetubuhi Ayu sambil berselunjur kaki,terus Ayu kuhentak hentakkan keatas dengan pahaku.

Penuh Basah

Walau aku lelah tetapi kami mendapatkan kenikmatan yang baru kami peroleh. Hingga Ayu memelukku erat erat tanda Ayu Ejakulasi. “Kakhh Ayu pipis”jerit Ayu “Iya kakak juga kita bersama sama pipis yah”sahutku.Saat itu aku tidak tahan lagi lalu membalik dan menindih tubuh Ayu lalu menggenjot keras keras memek Ayu “Kakakhh Udah Ayu nggak tahhaanhh”Ayu menjerit Hingga Akhirnya “Kakhh”Ayu menjerit.”Akh…nikmatthh”desahku saat ejakulasi dan kami saling memeluk erat erat.

Aku menembakan pejuku yang kedua kali selama 5 tembakan tanpa melepas kontolku dari dalam memek Ayu dan Ayu mengguyur kontolku dengan air maninya selama 4 tembakan. Hari jadian kami diawali dengan percintaan yang baru kami rasakan.Tak sadar kami dihampiri oleh tante Lina yang sudah sejak tadi mengintip.Tante Lina langsung mengajak kami main dikamarnya karena tadi belum puas karena permainannya denganku terhenti. “Yusha kemana tante?”tanyaku “mereka pergi kok jangan takut”jawab tante Lina .Ayu dan aku menuju kekamar tante Lina tanpa memakai kembali pakaian kami Saat sampai dikamar tante Lina yang terang ternyata Tante Lina sudah tidak pakai tengtop lagi melainkan memakai sarung saja sebagai penutup tubuhnya.

Sarung itu hanya mampu menutupi susu sama memeknya saja tetapi paha atas sampai pangkal paha terlihat jelas. “Kak tante Lina sexy yah kak”ucap Ayu polos “Iyah…”aku menjawab sambil mendesah Tak sabar aku langsung melepas kaosku hingga bugil karena celanaku ditinggal di serambi rumah tante Lina .Ayu melepas rok kecil yang masih menghalangi memeknya sehingga tubuh mulus anak SDnya kelihatan semua.aku langsung mendekati tante Lina .Tanganku meraih ikatan sarung tante Lina lalu melepasnya.Aku langsung menetek susu tante Lina tanpa diperintah “Tante enak nggak”tanya Ayu “Ahhh…enakhh banget Ayu sayang,Ayu jilatin dong memek tante”tante menuntun kepala Ayu kememeknya.

“Nah terus Yu yang dalem…ahhh masukin lidah kamu dong…terushhhh…”tante Lina mendesah desah Merasa sudah pernah aku ajari,Ayu langsung menjilat jilat seperti menjilat es krim hutan dan memek tante Lina . Dan tangan tante Lina memegang kemaluanku lalu mengocoknya naik turun. “Akhh…terus ayooo…miahhhhhhh….”desahnya tak teratur Lalu tiba tiba tante Lina menyuruh kami berhenti. “Krish kamu tiduran aja sayang biar tante masukin kontol kamu,tante udah nggak kuat sayang”katanya tak sabar.

Penuh Basah

Lalu aku tidur terus tante Lina naik keatas tubuhku sambil menduduki penisku otomatis penis tegangku masuk perlahan lahan hingga masuk semua. “Akhh….Krish kontolmu kok besar banget sih tante sakithhh tapi enak kok Krishhh…”erangnya kenikmatan “Tante masukin terus kontol Krishna biar tante enak”jawabku menunggu kontolku masuk semua. Sementara itu Ayu melihat dari samping sambil mengeluar masukkan jarinya didalam memeknya.Dia terangsang sekali saat itu.

Saat itu memek tante Lina masuk semua lalu dia menggenjot pinggulnya bagai kesetanan. “Ahh…tante terushhh…mhhh”desahku kenikmatan ‘cleepp…plek plek cleep…plek”suara beradunya kemaluan kami “Akhh…kontol anak anak memang nikhhmathhh…”teriak tante Lina tidak sadar “Tante Krishna mau diatas,tante pindah turun dong”pinta Krishna pada tante Lina Lalu tante Lina turun tanpa melepas kontolku dari memeknya.Aku langsung menggenjot kontolku sedang tante Lina menggoyangkan pinggulnya kekiri dan kekanan bagai tari sterptease.

Kami mengejar puncak ejakulasi kami sampai seperempat jam dan Ayu masturbasi sampai ia pun mencapai puncaknya. “Krishna,tanhh…te Sampai nihhh..”erang tante Lina “Sleph..slep..slep”Aku mempercepat gerakanku agar tante Lina cepat mencapai ejakulasinya…lalu “Akhhh…mhhhh”terasa kontolku basah dan hangat dibanjiri air mani tante Lina tanda tante Lina telah sampai.

Aku lalu mencabut penisku yang masih tegang dan basah terus menghampiri Ayu. “Ayu main lagi yuk sayang,kak Krishna mau gantian sama Ayu”kataku memeluk Ayu “Iya kak”jawab Ayu Lalu aku mendekati memek Ayu yang kelihatan basah dan sedikit berdarah tanda perawannya telah hilang. “Yu,punya Ayu berdarah yah?”tanyaku “Sakit tidak?”tanyaku lagi “Sedikit kak,makanya yang pelan yah kak”kata Ayu “Iya sayang”kataku lalu aku menjilat memek Ayu hingga cairan mani Ayu habis dan berganti oli kenikmatan Ayu.

“Sekarang masukin lagi yah kontol kakak ke memek Ayu yah sayang”kataku “Iya kak pelan pelan yah”jawab Ayu “Kita kekursi itu yah lalu Ayu kakak pangku lagi tapi yang naik turun Ayu yah”aku mengajari lagi “Krishna kalau kamu udah mau sampai bilang tante yah ntar pejumu masukin aja ke memek tante biar tante merasakan siraman pejumu Krish,tante disini mau nonton ngentot kalian”tante Lina memesan pejuku seperti memesan Es jus. “Iya tante”jawabku singkat. Lalu aku duduk dan memangku Ayu. “Yu,ayo dong kamu naik turun”kataku saat kontolku sudah masuk setengahnya.Lalu menurunkan Ayu pelan pelan takut Ayu kesakitan lagi.

Ayu pun tidak kesakitan seperti tadi dan mulai menaik turunkan pantatnya pelan pelan lama kelamaan mulai cepat seperti orang naik kuda. “Akhh…Ayu kakak sayanghh..Ayuuu…terushh sayang nikmat sekalliii…”desahku “Kak Nikhhmathhh Ayu mau dong kapan kapan,kita mainhh lagi yah kakkhhh”desah Ayu ketagihan “Yahhh sayanghhhh…..”jawabku.Kami tak berhenti hingga akhirnya…. Aku berteriak kepada tante Lina kalau aku sudah akan klimaks. “Ah…tante Krishna mau sampai tante kita gantian yuk”teriakku “Iya,tunggu tante”tante Lina buru buru mendekatiku.

Ayu diturunkan dan tante naik menggantikan Ayu lalu menggenjot memeknya kuat kuat agar aku cepet sampai.Aku memasukan dua jariku kedalam memek Ayu agar Ayu juga merasakan kenikmatanya yang tertunda.Hingga akhirnya…… “Achh tante Krishna sampai nih”teriakku saat air pejuku mau keluar “Semprotin terus dalam memek tante sayang,semua ayo…”kata tante Lina menyambut pejuku.

“crot…crot..crot..crot..crot”4 kali pejuku menyemprot membasahi memek tante Lina yang sempit dan…. “Kak jangan keras kerashh…kakhhh sakiiithhh…”saat tak sadar aku mengocok memek Ayu terlalu keras. “Kakhhh Ayu pipishhh”kata Ayu saat sampai “Serr…serrr..serr…serrr”air maninya menyembur nyembur membasahi tanganku Tante Lina turun saat beberapa saat diam dipangkuanku membiarkan kontolku mengecil sendiri laluaku menjilat memek Ayu hingga bersih dan menjilat memek tante Lina membersihkannya juga menjilat semua air mani Ayu yang ada ditangannya.

“Krishna tante puas sekali,terima kasih yah tapi loe besok harus kemari dan kita main seperti ini lagi yah”katanya “Ayu boleh ikutan tante?”Ayu menyahut “Iya deh sayang tapi Ayu dilarang pakai celana dalam dan memakai kaos dalam hanya boleh pakai daster terusan rok aja yah sayang”jawabku “Terserah kamu deh Krish,tante capek nih mau tidur”kata tante Lina “Ya sudah tante kami mau pulang dulu,sampai besok tante”kataku “Sampai besok tante”kata Ayu “Bye semua”kata tante Lina lalu mengantar kami sampai keserambi depan rumah mengambil dan mengenakan pakaian kami.

Saat sampai diluar rumah dan berjalan pulang bersama Ayu aku mengajari bermasturbasi yang nikmat.Aku mengajari bila tak ada aku Ayu bisa mengeluar masukkan tiga jarinya didalam memeknya sambil meremas remas susunya dan memelintir putingnya sampai dia puas dan mengeluarkan air maninya,tapi harus didalam kamarnya dan tidak mengajak siapapun juga.

Esoknya kami melakukannya lagi sepuas kami sampai sore sekali.Pembaca ini lah pengalaman kami yang takkan kami lupakan dan kami bagikan hanya pada pembaca setia musim bugil.


Bola57 | Agen Live Casino | Agen Bola Piala Dunia | Judi Bola | Slot Game | Bandar Sabung Ayam

HOT PROMOTION DARI BOLA57 !!
•NEW MEMBER DEPOSIT 10%
•Bonus Rollingan 1,2% Live Casino (SBOBET)
•Bonus Rollingan 1% Live Casino (WM Casino)
•Bonus Cashback Up To 10% Sportsbook
•Dan Masih Banyak Promo Bonus Lainnya Yang Bisa Anda Dapatkan Per Minggunya.
•Informasi Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS
•Minimal Deposit & Withdraw Rp 50.000,-

Contact Bola57 :
LINE : bola57
WECHAT : bola57

WHATSAPP : +85577514899



Link Daftar Klik Di Bawah ini



Share:

Jumat, 03 Mei 2019

Gairah Binal Staff Ku Kinan

Penuh Basah


Saat ini aku menjabat sebagai seorang manajer disalah satu kantor swasta di Jakarta, namaku Gito, umurku 40tahun. Aku sudah berkeluarga dan mempunyai 3 anak. Di kantorku ada seorang karyawan baru namanya Kinan, umurnya 22tahun Wajah Kinan tidak begitu cantik menurutku tapi dia memiliki body tubuh yg sangat seksi. Kulitnya putih mulus. Tinggi tubuhnya 150cm dgn berat badan 50kg. Kinan bekerja untuk membiayai kuliahnya dan juga untuk membiaya hidup keluarganya. Kinan menjadi tulang punggung di keluarganya.

Pada awalnya aku acuh tak acuh terhadapnya. Sebagai seorang manajer aku harus menjaga image terhadap bawahanku, tapi lain halnya dgn Kinan, dia selalu memulai mengajak aku mengobrol atau bertanya tentang pekerjaan, dan selalu melempar senyum manisnya kepada ku, yg membuat aku jadi sedikit “GR” kepadanya, apalagi dia tampa sungkan sering menghampiriku saat aku sedang duduk sendiri di ruangnku, sambil melihat apa yg sedang aku kerjakan, tangannya bersandar di pundakku dan juga sering tanpa malu memegang tanganku.



Kinan juga sering mengajakku bercanda dgn posisi duduk yg sangat rapat sekali. Wangi parfum dari tubuhnya sering menggoda pikiranku. Pernah aku iseng bercanda, aku rangkul pinggang dia dari belakang, dia tidak marah, justru dia malah tersenyum kepadaku. Sering dia curhat kepadaku tentang keluarga dan tunangannya juga, yg rencananya selesai kuliah akan melangsungkan pernikahan. Dia merasa senang aku bisa menjadi tempat mendengar curhat dia.

Sering dia minta bantuan aku soal pekerjaan di kantor ataupun tugas kuliahnya. Suatu hari Kinan meminta bantuanku untuk membantu pekerjaannya yang tertunda yang harus selesai hari senin. Dan sabtu adalah waktu yg tepat untuk menyelesaikannya. Akhirnya kami sepakat hari sabtu untuk menyelesaikan pekerjaan Kinan yg tertunda. Saat hari sabtu tiba, aku bilang ke istriku kalo aku ada lembur di kantor.
Penuh Basah

Kita masuk kantor cuma berdua, tentunya tanpa sepengetahuan karyawan lain, karena bisa timbul kecurigaan, aku punya ide aku sogok ob kantor yg biasa tidur di kantor mengenai masalah itu dan agar tidak bilang kesiapapun.

Sambil menunggu kedatangan Kinan, aku iseng mengobrol dengan ob dan tidak berapa lama kemudian, datanglah Kinan diantar pacarnya, dia turun dari motor mengenakan kaos ketat warna kuning dan rok pendek mengembang, terlihat bodynya yg padat dgn betisnya yg putih mulus, aku dan ob kantor sampai bengong melihatnya.

Begitu masuk lobby kantor, Kinan langsung menyapaku dengan senyuman manis, manja sedikit genit dan akupun menyapanya balik kemudian kita langsung naik ke lantai atas ke ruangan dia. Kinan duduk di kursinya menyalakan komputer dan tiba tiba memanggilku untuk duduk disampingnya.

“Pak sini… temenin Kinan dong, bantuin Kinan ya pak…?”



Hampir 1 Jam aku menemani dia bekerja pandanganku mulai terganggu dengan posisi duduknya, rok bagian sampingnya agak tersingkap sehingga pahanya yang putih mulus agak terlihat, aku mulai resah sebentar sebentar aku melirik kearah pandangan yang indah itu dan semakin lama semakin tersingkap rok bagian atasnya. Aku mulai sedikit merapat kearah Kinan sambil bicara basa basi soal pekerjaannya yang hampir selesai. Mataku tidak bisa tidak melirik kearah paha dia yang putih mulus itu.

Entah Kinan menyadari atau tidak kalo aku memperhatikan roknya yang tersingkap, tapi dia malah memiringkan letak duduknya sambil senyum kearah aku. Aku pun mulai memberanikan diri sedikit melontarkan rayuan gombalku terhadapnya

“Cowok kamu beruntung banget ya punya cewek kayak kamu udah cantik pinter lagi”

“Masa sih pak, bapak biasa aja deh” balasnya sambil tersenyum kearahku, senyuman yang bisa membuat semua hati lelaki runtuh.

Penuh Basah

Aku mulai iseng, kurapatkan lagi tubuhku ke dia, sambil tanganku kutempelkan sedikit demi sedikit kebagian samping pahanya yg terlihat. Ternyata sambutan dia sangat tidak terduga, sambil bercanda dia meletakan tangannya di pahaku. selangkah lebih maju nih kataku dalam hati. Dia bilang terima kasih karena aku sudah menemani dia menyelesaikan pekerjaan dia yg tertunda.

“Makasih banget ya Pak, udah nemenin aku menyelesaikan pekerjaanku, kalo ga selesai hari ini nanti senin aku bisa kena marah sama bosku”

“Iya sama sama, aku juga senang bisa membantumu meskipun resikonya sangat besar aku berangkat ke kantor hari sabtu, resiko ketahuan bos sama istriku, tapi sekali kali nakal juga noleh ya” jawabku.

“Kalo tau resikonya besar kenapa bapak mau bantu aku?” tanyanya.

“Demi staffku, kalo pekerjaanmu lancar aku juga yag di puji sama bos dan selain itu ini semua demi kamu” jawabku sembari merayunya.

“Oya udah selesai belum pekerjaanmu?” tanyaku sambil kurangkul pinggulnya dan tanganku yg satu mengelus tanganya bagian atas. Dia hanya diam

“Tanganmu mulus sekali Kinan” lanjutku merayunya.

“Aahh…bapak bisa aja deh…” jawabnya sambil tersipu malu.

Penuh Basah

Tak berapa lama dia permisi ke kamar mandi, bagitu dia masuk ke kamar mandi aku langsung menyusulnya ke depan pintu kamar mandi dan begitu dia keluar dari kamar mandi aku rangkul pinggulnya dia hanya tersenyum manja, aku dekap tubuhnya sambil kubisikan kata di telinganya,

“Aku suka kamu Kinan, aku sayang kamu, aku kangen kamu”

“Kan aku sudah disini pak berdua sama kamu, terus kamu mau apa?” jawabnya berbisik.


“Tapi kan ada pacar kamu di bawah, kasian kan, pasti kamu sebentar lagi juga mau pulang” kataku.

“Terus kenapa kalo ada pacar aku, lagian dia di bawah, dia juga tau kalo aku sedang kerja jadi ga usah pikirkan dia yg penting kita kita berduaan sekarang” jawabnya.

Kemudian kita kembali berjalan kearah ruangannya, kita duduk aku tetep rangkul pinggang dia dan kuciumi lengan wangi putih mulusnya. Rupanya Kinan merespon rangsanganku, rupanya dia juga mulai terangsang. Aku pun mulai semakin nakal, tanganku mulai mengelus paha putihnya. Terdengar nafas Kinan mulai tak beraturan. Tanpa berlama lama aku pegang tangannya dan aku arahkan ke kemaluanku yg dari tadi sudah mengeras dengan malu malu tangannya mulai meremas remas selangkanganku. Lalu aku buka resletingku dan kukeluarkan kemaluanku yg sudah menegang, kupandu tangannya agar menggenggam kemaluanku dan mengocok pelan.

Penuh Basah

Kuturunkan celanaku sampai bawah sambil tangan Kinan terus mengocok kemaluanku yg menyembul dari balik CDku, sementara tanganku terus mengelus pahanya berjalan kearah CDnya. Sedangkan tangan kiriku meremas remas payudaranya yg tidak terlalu besar. Kinan mendesah menahan nikmat,

“Aaahhh…mmhh…aahhh…”

Kemudian aku mulai ambil posisi berdiri dan Kinan tetap duduk. Kuarahkan dengan tanganku kemaluanku kearah bibir tipisnya. Awalnya dia jijik dan berusaha menolak, karena aku sedikit memaksa akhirnya kemaluankun sedikit demi sedikit masuk ke dalam mulutnya “Sleeeeeppp….” Kusodokan perlahan kemaluanku ke mulutnya sehingga kemaluanku keluar masuk di mulutnya. Setelah beberapa lama kukeluarkan kemaluanku dari mulutnya dan aku suruh dia berdiri.

Kusuruh Kinan untuk nungging dgn kaki kiri ditekuk diatas kursi. Kusingkapkan rok bagian belakangnya ketas terlihatlah bokong yg putih mulus. Kuciumi dan kujilati paha belakangnya. Kemudian kubuka pelan CDnya yg berwarna pink. Dan kini terpampanglah vaginanya di depan mataku. Tanpa buang waktu lagi langsung saja kuarahkan kemaluanku ke lubang vaginanya dan mulai kumasukan kepala kemaluanku. “Bleeeessss….” Kinan mengerang pelan.

“Aaahhhh….”

Setelah kemaluanku berhasil masuk ke dalam lubang vaginanya yg sudah tak perawan itu, aku mulai menggoyangkan pinggulku maju mundur ooh nikmat sekali rasanya…sambil tanganku memegang pinggul dia, aku mulai mempercepat tempo sodokanku. Dan tiba tiba terdengar HP Kinan berbunyi, kemungkinan pacarnya telpon tapi Kinan tak mempedulikannya dia tetap menikmati setiap sodokan yg kuberikan di lubang vaginanya.

Beberapa saat kemudian seperti ada yg mau muncrat dari dalam kemaluanku, lalu kutarik keluar kemaluanku, aku cengkram bahunya dengan lembut dan aku kocok kemaluanku.

Penuh Basah

“Aaaahhh…ooohhh….”

Muncratlah spermaku di bokong Kinan yg putih mulus itu. Sementara wajah Kinan tertunduk lemas terengah di meja kerjanya dan setelah kejadian itu kita sering ketemuan setiap hari sabtu di kantor untuk saling melepas rasa kangen.



Link Daftar Klik Di Bawah ini
Share:

Kamis, 02 Mei 2019

Rejeki Emang Ga Kemana Berawal Dari Ayam Goreng Berujung Ngentot Tante

Penuh Basah

Rejiki Emang Ga Kemana Berawal Dari Ayam Goreng Berujung Ngentot Tante

Hari yang sangat gerah,pas banget bila ingin tambah gerah sobat baca cerita pendek ini yang paling seru dan asyik alur ceritanya di jamin menggairahkan dechhh heeee singkat cerita Pada waktu itu aku pulang dari kampus sekitar pukul 20:00 karena ada kuliah malam.

Sesampainya di tempat kost, perutku minta diisi. Aku langsung saja pergi ke warung tempat langgananku di depan rumah. Warung itu milik Ibu Sari, umurnya 30 tahun. Dia seorang janda ditinggal mati suaminya dan belum punya anak. Orangnya cantik dan bodynya bagus.

Aku melihat warungnya masih buka tapi kok kelihatannya sudah sepi. Wah, jangan-jangan makanannya sudah habis, aduh bisa mati kelaparan aku nanti. Lalu aku langsung masuk ke dalam warungnya.

“Tante..?”

“Eee.. Dik Sony, mau makan ya?”

“Eee.. ayam gorengnya masih ada, Tante?”

“Aduhh.. udah habis tuch, ini tinggal kepalanya doang.”

“Waduhh.. bisa makan nasi tok nich..” kataku memelas.

“Kalau Dik Sony mau, ayo ke rumah tante. Di rumah tante ada persediaan ayam goreng. Dik Sony mau nggak?”

“Terserah Tante aja dech..”

“Tunggu sebentar ya, biar Tante tutup dulu warungnya?”

“Mari saya bantu Tante.” Lalu setelah menutup warung itu, saya ikut dengannya pergi ke rumahnya yang tidak jauh dari warung itu. Sesampai di rumahnya

“Dik Sony, tunggu sebentar ya. Oh ya, kalau mau nonton TV nyalakan aja.. ya jangan malu-malu. Tante mau ganti pakaian dulu..”



“Ya Tante..” jawabku. Lalu Tante genit masuk ke kamarnya, terus beberapa saat kemudian dia keluar dari kamar dengan hanya mengenakan kaos dan celana pendek warna putih. Wow keren, bodynya yang sexy terpampang di mataku, puting susunya yang menyembul dari balik kaosnya itu, betapa besar dan menantang susunya itu. Kakinya yang panjang dan jenjang, putih dan mulus serta ditumbuhi bulu-bulu halus. Dia menuju ke dapur, lalu aku meneruskan nonton TV-nya. Setelah beberapa saat.

“Dik.. Dik Sony.. coba kemari sebentar?”

“Ya Tante.. sebentar..” kataku sambil berlari menuju dapur. Setelah sampai di pintu dapur.

“Ada apa Tante?” tanyaku.

“E.. Tante cuman mau tanya, Dik Sony suka bagian mana.. dada, sayap atau paha?”

“Eee.. bagian paha aja, Tante.” kataku sambil memandang tubuh Tante Sari yang tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata. Tubuhnya begitu indah.

“Dik Sony suka paha ya.. eehhmm..” katanya sambil menggoreng ayam.

“Ya Tante, soalnya bagian paha sangat enak dan gurih.” kataku.

“Aduhh Dik.. tolong Dik.. paha Tante gatel.. aduhh.. mungkin ada semut nakal.. aduhh..”

Penuh Basah

Aku kaget sekaligus bingung, kuperiksa paha Tante. Tidak ada apa-apa. “Nggak ada semutnya kok Tante..” kataku sambil memandang paha putih mulus plus bulu-bulu halus yang membuat penisku naik 10%.

“Masak sih, coba kamu gosok-gosok pakai tangan biar gatelnya hilang.” pintanya.

“Baik Tante..” lalu kugosok-gosok pahanya dengan tanganku. Wow, begitu halus, selembut kain sutera dari China.

“Bagaimana Tante, sudah hilang gatelnya?”

“Lumayan Dik, aduh terima kasih ya. Dik Sony pintar dech..” katanya membuatku jadi tersanjung.

“Sama-sama Tante..” kataku.

“Oke, ayamnya sudah siap.. sekarang Dik Sony makan dulu. Sementara Tante mau mandi dulu ya.” katanya.

“Baik Tante, terima kasih?” kataku sambil memakan ayam goreng yang lezat itu.

Disaat makan, terlintas di pikiranku tubuh Tante Sari yang telanjang. Oh, betapa bahagianya mandi berdua dengannya. Aku tidak bisa konsentrasi dengan makanku. Pikiran kotor itu menyergap lagi, dan tak kuasa aku menolaknya. Tante genit tidak menyadari kalau mataku terus mengikuti langkahnya menuju kamar mandi.

Ketika pintu kamar mandi telah tertutup, aku membayangkan bagaimana tangan Tante genit mengusap lembut seluruh tubuhnya dengan sabun yang wangi, mulai dari wajahnya yang cantik, lalu pipinya yang mulus, bibirnya yang sensual, lehernya yang jenjang, susunya yang montok, perut dan pusarnya, terus vaginanya, bokongnya yang montok, pahanya yang putih dan mulus itu.

Aku lalu langsung saja mengambil sebuah kursi agar bisa mengintip lewat kaca di atas pintu itu. Di situ tampak jelas sekali. Tante genit tampak mulai mengangkat ujung kaosnya ke atas hingga melampaui kepalanya. Tubuhnya tinggal terbalut celana pendek dan BH, itu pun tak berlangsung lama, karena segera dia melucutinya. Dia melepaskan celana pendek yang dikenakannya, dan dia tidak memakai CD.

Kemudian dia melepaskan BH-nya dan meloncatlah susunya yang besar itu. Lalu, dengan diguyur air dia mengolesi seluruh tubuhnya dengan sabun, lalu tangannya meremas kedua susunya dan berputar-putar di ujungnya.

Penuh Basah

Kejantananku seakan turut merasakan pijitannya jadi membesar sekitar 50%. Dengan posisi berdiri sambil bersandar tembok, Tante genit meneruskan gosokannya di daerah selangkangan, sementara matanya tertutup rapat, mulutnya menyungging. Beberapa saat kemudian..

“Ayo, Dik Sony.. masuk saja tak perlu mengintip begitu, kan nggak baik, pintunya nggak dikunci kok!” tiba-tiba terdengar suara dari Tante Sari dari dalam. Seruan itu hampir saja membuatku pingsan dan amat sangat mengejutkan.

“Maaf yah Tante. Sony tidak sengaja lho,” sambil pelan-pelan membuka pintu kamar mandi yang memang tidak terkunci. Tetapi setelah pintu terbuka, aku seperti patung menyaksikan pemandangan yang tidak pernah terbayangkan. Tante Sari tersenyum manis sekali dan..

“Ayo sini dong temani Tante mandi ya, jangan seperti patung gicu?”

“Baik Tante..” kataku sambil menutup pintu.

“Dik Sony.. burungnya bangun ya?”

“Iya Tante.. ah jadi malu saya.. abis Sony liat Tante telanjang gini mana harum lagi, jadi nafsu saya, Tante..”

“Ah nggak pa-pa kok Dik Sony, itu wajar..”

“Dik Sony pernah ngesex belum?”

“Eee.. belum Tante..”


“Jadi, Dik Sony masih perjaka ya, wow ngetop dong..”

“Akhh.. Tante jadi malu, Sony.” Waktu itu bentuk celanaku sudah berubah 70%, agak kembung, rupanya Tante Sari juga memperhatikan.

“Dik Sony, burungnya masih bangun ya?”

Aku cuman mengangguk saja, dan diluar dugaanku tiba-tiba Tante genit mendekat dengan tubuh telanjangnya meraba penisku.


“Wow besar juga burungmu, Dik Sony..” sambil terus diraba turun naik, aku mulai merasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan. “Dik Sony.. boleh dong Tante liat burungnya?” belum sempat aku menjawab, Tante Sari sudah menarik ke bawah celana pendekku, praktis tinggal CD-ku yang tertinggal plus kaos T-shirtku.

“Oh.. besar sekali dan sampe keluar gini, Dik Sony.” kata Tante sambil mengocok penisku, nikmat sekali dikocok Tante Sari dengan tangannya yang halus mulus dan putih itu. Aku tanpa sadar terus mendesah nikmat, tanpa aku tahu, penisku ternyata sudah digosok-gosokan diantara buah dadanya yang montok dan besar itu.

“Ough.. Tante.. nikmat Tante.. ough..” desahku sambil bersandar di dinding.

Penuh Basah

Setelah itu, Tante Sari memasukkan penisku ke bibirnya, dengan buasnya dia mengeluar-masukkan penisku di mulutnya sambil sekali-kali menyedot, kadang-kadang juga dia menjilat dan menyedot habis 2 telur kembarku. Aku kaget, tiba-tiba Tante Sari menghentikan kegiatannya.

Dia pegangi penisku sambil berjalan ke arah bak mandi, lalu Tante genit nungging membelakangiku, sebongkah pantat terpampang jelas di depanku. “Dik Sony.. berbuatlah sesukamu.. kerjain Tante ya?!”

Aku melihat pemandangan yang begitu indah, vagina dengan bulu halus yang tidak terlalu lebat. Lalu langsung saja kusosor vaginanya yang harum dan ada lendir asin yang begitu banyak keluar dari vaginanya. Kulahap dengan rakus vagina Tante genit, aku mainkan lidahku di klitorisnya, sesekali kumasukkan lidahku ke lubang vaginanya. “Ough Sonn.. ough..” desah Tante Sari sambil meremas-remas susunya.

“Terus Son.. Sonn..” aku semakin keranjingan, terlebih lagi waktu kumasukkan lidahku ke dalam vaginanya ada rasa hangat dan denyut-denyut kecil semakin membuatku gila. Kemudian Tante Sari tidur terlentang di lantai dengan kedua paha ditekuk ke atas.

“Ayo Dik Sony.. Tante udah nggak tahan.. mana burungmu Son?”

“Tante udah nggak tahan ya?” kataku sambil melihat pemandangan demikian menantang vaginanya dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian terlihat mengkilat, aku langsung menancapkan penisku di bibir vaginanya.

“Aoghh..” teriak Tante Sari.

“Kenapa Tante..?” tanyaku kaget.

“Nggak.. Nggak apa-apa kok Son.. teruskan.. teruskan..”

Aku masukkan kepala penisku di vaginanya.

“Sempit sekali Tante.. sempit sekali Tante?”

” Nggak pa-pa Son.. terus aja.. soalnya udah lama sich Tante nggak ginian.. ntar juga enak kok..”

Yah, aku paksa sedikit demi sedikit, baru setengah dari penisku amblas. Tante genit sudah seperti cacing kepanasan menggelepar kesana kemari. “Ough.. Son.. ouh.. Son.. enak Son.. terus Son.. oughh..” desah Tante Sari, begitu juga aku walaupun penisku masuk ke vaginanya cuman setengah tapi kempotannya sungguh luar biasa, nikmat sekali.

Semakin lama gerakanku semakin cepat, kali ini penisku sudah amblas dimakan vagina Tante genit. Keringat mulai membasahi badanku dan badan Tante Sari. Tiba-tiba Tante Sari terduduk sambil memelukku dan mencakarku.

Penuh Basah

“Oughh Son.. ough.. luar biasa.. oughh.. Sonn..” katanya sambil merem melek.

“Kayaknya aku mau orgasme.. ough..” penisku tetap menancap di vagina Tante Sari.

“Dik Sony udah mau keluar ya?”

Aku menggeleng, kemudian Tante Sari terlentang kembali. Aku seperti kesetanan menggerakkan badanku maju mundur, aku melirik susunya yang bergelantungan karena gerakanku, aku menunduk, kucium putingnya yang coklat kemerahan. Tante Sari semakin mendesah,

“Ough.. Sonn..” tiba-tiba Tante Sari memelukku sedikit agak mencakar punggungku.

“Oughh.. Sonn.. aku keluar lagi..”

Vaginanya kurasakan semakin licin dan semakin besar, tapi denyutannya semakin kerasa. Aku dibuat terbang rasanya. Ah, rasanya aku sudah mau keluar. Sambil terus goyang, kutanya Tante genit.

“Tante.. aku keluarin di mana Tante..? Di dalam boleh nggak..?”

“Terseraahh.. Soonn..” desah Tante Sari.

Kupercepat gerakanku, burungku berdenyut keras, ada sesuatu yang akan dimuntahkan oleh penisku. Akhirnya semua terasa enteng, badanku serasa terbang, ada kenikmatan yang sangat luar biasa. Akhirnya kumuntahkan laharku dalam vagina Tante Sari, masih kugerakkan badanku dan rupanya Tante Sari orgasme kembali lalu dia gigit dadaku,

“Oughh..” “Dik Sony.. Sonn.. kamu memang hebat..”

Aku kembali mangenakann CD-ku serta celana pendekku. Sementara Tante Sari masih tetap telanjang, terlentang di lantai.

“Dik Sony.. kalo mau beli makan malam lagi yah.. jam-jam sekian aja ya..” kata Tante genit menggodaku sambil memainkan puting dan klitorisnya yang masih nampak bengkak.

“Tante ingin Dik Sony sering makan di rumah Tante ya..” kata Tante Sari sambil tersenyum genit.

Kemudian aku pulang, aku jadi tertawa sendiri karena kejadian tadi. Ya gimana tidak ketawa cuma gara-gara “Ayam Goreng” aku bisa menikmati indahnya bercinta dengan Tante Sexy.






Link Daftar Klik Di Bawah ini





Share:

Rabu, 01 Mei 2019

Berawal Dari Pijet Berakhir Ngentot Tante

Penuh Basah

Berawal Dari Pijet Berakhir Ngentot Tante

Kisah ku ini terjadi saat aku berumur 17 tahun dimana kau masih bersekolah di SMA kota Jakarta perkenalkan namaku Samuel aku keturunan Canada dan Indonesia jadi wajahku sering dibilang ganteng oleh teman sekolah.

Tinggiku 175 cm jadi mudah untuk menggaet cewek di sekolahku, aku lahir di Canada saat aku umur 7 tahun karena papaku di tugasi di Jakarta jadinya aku ikut papa dari kecil ke Jakarta awalnya aku tidak tahu dan bagiku Jakarta asing tapi lama kelamaan jadi terbiasa.

Terus terang walau lama tinggal di Luar pemikiran aku lebih condong ke pemikiran timur coz nyokap tetap berpegang teguh pada adat istiadat timur and terus menanamkan adat istiadat plus prinsip2 yg keras ma anaknya.

Awal mula kisah aku ni dimulai saat musim liburan,bokap n nyokap aku balik ke Canada tuk liburan tapi aku ga ikut karena males bgt kalo cuma bentar doank liburan ke sana so aku lebih milih liburan di sini. Sebelum berangkat Mama bilang ma aku kalau nanti bosen di sini mendingan jalan – jalan ke bandung aja sekalian jenguk kakek serta tante Anita(adik mama), dan seingatku Tante Anita dah lama bgt ga ke Jakarta dan Mama hanya berhubungan via telphone doank.

Petualangan dimulai ketika seminggu kemudian aku maen ke Bandung, hari pertama di Bandung aku habiskan melepas kangen ma kakek. hari kedua di Bandung aku minta di antar ma supir ke rumahnya tante Anita.

Rumahnya terletak di salah satu kompleks perumahan yg cukup elit di Bandung,sebelumnya mama sudah menelfon dan memberitahukan kepadanya bahwa aku akan datang.

”Samuel…..wahh sudah besar sekali kamu sekarang yah,sudah tidak ngeh lagi tante sama kamu sekarang…Hahaha” kira-kira begitulah katanya sewaktu pertama kali melihatku setlah sekian tahun ga ketemu.

Wajahnya masih saja seperti yang dulu seakan tidak bertambah tua sedikitpun.

”Oh yah..tuh supirnya disuruh pulang ja nanti Samuel pake aja mobil tante kalau mau pulang” aku pun mengiyakan dan menyuruh supir pulang. Hari itu kami banyak bercerita dan tak terasa tiba waktunya untuk dinner.

makan dulu yuk Samuel…itu sudah disiapkan makanannya sama bibi”katanya sambil menunjuk pembantunya.

”kita tidak menunggu om joe dulu tante”aku coba menanyakan suaminya.”ga usah lah tadi om sudah nelf dan bilang ga bakal pulang malam ini”tante Anita menjelaskan, maklum suaminya tante Anita anak salah satu konglomerat di Bandung.

Rumah sebesar ini Cuma dihuni sendirian bersama pembantunya karena walau dah lama menikah tapi tante yg satu ini mang lom dikaruniai anak.sambil makan kami bercerita panjang lebar.”kamu berani pulang sendiri semalam ini Samuel” katanya sambil melirik jam dinding yang sudah menunjukkan jam 21.00.

”ahh berani kok tante…”jawab aku. ”mendingan kamu tidur disini aja malem ini deh…nanti tante yang telephone kakek,lagian diatas kan ada kamar kosong”.

Aku pun mengiyakan tawaran tante Anita dan dalam hati aku mengira dia menyuruhku menginap karena takut sendirian,sumpah ga ada sama sekali pikiran negatif tentang tawarannya.

”oh iya kalau mau mandi air panas pake aja kamar mandi di kamar tante.nanti kamu pakai aja bajunya om joe. Yuk sini”ajak tante Anita.aku pun mengangguk sambil mengikutinya.kamar mandi yang dimaksud terletak di dalam kamarnya.

Penuh Basah

Berawal Dari Pijet Berakhir Ngentot Tante

Lalu dia mengambil T-shirt dan celana pendek untuk aku,aku langsung membawa pakaian itu ke kamar mandi,abis mandi aku kaget ngliat tante Anita. Dia tidur tengkurap peke aju tidur tipis, kelihatan jelas Cdnya tapi aku gax ngliat tali bra di punggungnya.

Terangsang juga ngliat pemandangan kaya gitu,kayaknya dia tertidur waktu nonton TV karena Tvnya masih menyala. Aku berjalan ke arah TV untuk matiin tuh TV,melihat adegan panas yg berlangsung di layar kaca mendadak aku langsung diem n ga jadi matiin.

Aku liat kebelakang tante Anita masih tidur, sekedar iseng aku berdiri sambil nonton tuh adegan.Tiba-tiba terdengar teguran halus tante Anita diikuti tawa tertahannnya. Aku malu banget sambil berbalik ke belakang dan mencoba senyum semanis mungkin.

Wuakakaka, waktu aku berbalik tante Anita dah duduk tegak diatas kasur. ”kirain tante dah tidur”aku coba memecahkan kebuntuan otak sambil berjalan keluar kamar.



”Samuel..bisa tolong pijit badan tante ga??….pegel semua nih”terdengar suara helaan nafas panjang dan suara kain jatuh ke lantai.saat aku berbalik mo ngejawab tante Anita dah tidur tengkurap but this time dah tanpa baju tidur,satu-satunya yang masih dipakai cuma celana dalam….Thanks god.

Kayak kucing dikasih ikan asin…aku pun langsung jalan mendekati tante Anita.sedikit canggung langsung aku letakkan tangan di bahunya.

”Om Joe kapan pulang tante?”iseng nanya coz takut di gerebek ma suaminya.

”hhhmmm…kalau om tuh jarang pulang,kebanyakan meeting ke luar kota kayak sekarang ini”jawab tante Anita.

”Fffffuuuh…”Ngedenger kata luar kota helaan nafas panjang terdengar dari mulut aku.”turun dikit donk Samuel…masa di bahu terus”pinta tante Anita,aku pun langsung menurunkan pijitan ke daerah punggung.

Tak lama kemudian ”kamu duduk aja di atas pantat tante…supaya lebih kuat pijitannya…”aku yang tadi duduk di sampingnya langsung mengambil posisi ke atas pantatnya.

”uungnnnghh…berat juga kamu..”dengus tante Anita.

”Heehehehe…tadi katanya disuruh duduk di sini…”jawab aku asal coz dah ga konsen gara2 pantatnya yang empuk banget.

Alat kelamin aku dah tegang banget,sesekali aku tekan ke belahan pantatnya tante Anita.

”Sudah belom tan..??dah cape nih!!!”kata aku setelah tangan dah kerasa pegel.

”iyah….kamu berdiri dulu deh…tante mau balik…”,aku berdiri dan tante Anita sekarang berbalik posisi.

Sekarang aku bisa ngliat wajahnya yg cantik serta payudaranya yang masih kenceng itu tepat di hadapan aku.puting susunya yang merah kecoklatan terlihat begitu menantang.

Aku sampe bengong ngliat gituan.

”hey pijit bagian depan donk sekarang…”katanya.

Aku duduk diatas pahanya,langsung aja aku remas dengan lembut kedua teteknya.

”Geli….hihihihi”cekikikan dia. aku benar-benar dah ga bisa ngendaliin nafsu aku lagi. Aku tarik celana dalamnya dengan agak kasar,aku akui inilah pertama kalinya ngliat wanita telanjang secara nyata di depan mata.

Penuh Basah

Berawal Dari Pijet Berakhir Ngentot Tante

Tante Anita membuka lebar kedua pahanya begitu celana dalamnya aku lepas dan langsung mem*knya lengkap dengan sang klitoris yg dihiasi bulu halus yg dicukur rapi membentuk segitiga indah.

”kamu sudah sering beginian …??”,tanyanya,

”Ehhh…….tidak koq…baru kali ini tante..”jawabku dengan nafas yang semakin memburu..kata – kata pun sudah sulit tuk aku ucapkan.

Nafas tante Anita juga sudah gax tenang,kliatan dari dadanya yg dah mulai naik turun ga teratur.”Jilatin donk sayang….” katanya memelas dengan mata sayu yang dah sangat meminta tuk aku puaskan.

Mulanya ragu juga tapi aku dekatkan juga kepala aku ke mem*knya. ga ada bau sama sekali,pasti tante Anita rajin ngerawat MQ’nya. Aku kluarin lidah menjamah mem*knya menjilati dari bawah menuju pusar .

Beberapa menit lidah aku bermain dengan mem*knya tante Anita sudah mengerang dan menggelinjang kecil menahan nikmat. Aku berdiri sebentar dan melepaskan semua pakaian. Bengong dia ngliat kont*l aku yg 18 cm itu,aku Cuma tersenyum dan melanjutkan permainan lidah aku di mem*knya dia.

Beberapa saat kemudian ia meronta menjepit kepalaku dngan pahanya lalu menekan kepala aku dengan kedua tangannya supaya lebih menempel lagi dengan mem*knya yang dah basah…. Ngeliat dia kyak gitu,langsung ja aku kulum klitorisnyadan memainkannya dengan lidah di dalam mulut, beberapa lama aku meraasakan cairan hangat semakin banyak mengalir keluar dari alat kelaminnya.

”Aaaarrrrgghhh….jilatan kamu enak banget Samuel”,kata tante Anita waktu mencapai klimaks pertamanya.

”benar-benar hebat lidah kamu Samuel,tante sudah ga kuat lagi berdiri…dah lama tante ga puas kaya gini”,aku Cuma tersenyum kecil..perlahan ge tarik kedua kakinya ke pinggir tempat tidur,aku buka pahanya selebar-lebarnya dan skarang mem*knya dah terbuka lebar.

Nampaknya dia masih nikmatin peristiwa tadi dan ga sadar yang sedang aku lakuin. Begitu dia sadar kont*l aku sudah menempel di bibir mem*knya. Ia menjerit tertahan,lalu ia pura2 meronta nggak mau,aku juga ga tahu cara memasukkan kont*l aku karena punya tante Anita berbeda banget ma punya bule yang sering aku liat di DVD2 blue.

Lubangnya tante Anita kecil banget mana bisa masuk neh pikir aku. Tiba2 aku ngerasain tangan tante Anita memegang kont*l aku dan membimbing ke mem*knya, ”tekan disini yach Samuel…tapi pelan–pelan,punya kamu gede banget” pelan ia membantu senjata aku masuk ke dalam mem*knya.

Belum sampai seperempat bagian yang masuk dia dah kesakitan dengan tangan kirinya yg masih menggenggam kont*l aku menahan laju masuknya agar tidak terlalu deras sementara tangan kanannya meremas kain sprei,kadang memukul tempat tidur.

Aku ngerasain alat kelamin aku kaya di urut-urut di dalam, aku berusaha menekan lebih dalam tapi tangan tante Anita menahannya. Langsung ja aku tarik tangannya and aku dorong masuk smua batangan aku yang dah tegang banget, ”Samuelii…..”,teriaknya sambil meluk badan aku kenceng banget.

Tante Anita mengerang dan meronta,aku suka banget sensasi mukanya yang binal. Ga sabar lagi langsung aku pegang pinggulnya supaya berhenti meronta. Langsung aku pompa tubuh tante seiring kont*l aku yg keluar masuk dalam mem*knya, ”terusss Samuel..puasin tante lagi sayang…”,bisik tante Anita di telinga aku sambil matanya merem melek dan kukunya mencakar seluruh punggung aku .

setelah lamaan dikit tante Anita menggerakkan pinggulnya seiring dengan goyangan aku.

”tanteeee…..enak banget goyangannya..”aku mencoba ngeluari kata biar dia lebih bersemangat nggoyang pinggulnya. Tiba – tiba aku ngerasain mem*knya menjepit barang aku dgn kuat,tubuh tante Anita mulai menggelinjang hebat dengan nafas yang ga karuan.

Penuh Basah

”Tante sudah mau keluar Samuel…kamu masih lama ga sayang,tante pengen kita klimaks bareng”, katanya dengan mata merem melek. Aku tak menjawab hanya mempercpat goyanganku,tante Anita menggelinjang dengan hebat,kurasakan cairan hangat keluar membasahi pahaku.

Kurasakan aku juga sudah mau keluar,kusemprotkan saja seluruh cairanku di dalam kelaminnya.

”Argghhhh tante… ”kataku ketika cairanku membasahi alat kelaminnya dan kulihat tante Anita hanya mendesis panjang……. ”Kamu hebat ..sudah lama tante tidak pernah klimaks_kita mandi lagi yuk..lengket nieh”,ia berjalan ke kamar mandi dan aku mengikutinya. Kami mandi sambil berpelukan di bawah siraman shower air hangat. “Luv u so much tante….”,batinku sambil memeluknya.



Menangkan Jackpotnya Di IniDewa

Link Daftar Klik Di Bawah ini

Daftar, Main Dan Menang Di IniDewa.com
Live Chat IniDewa.Com

Share:
KiosCasino